Selamat Datang

Kamis, 16 April 2015

MACAM-MACAM KATEGORI SISTEM INFORMASI

 Transaction Processing System (TPS)

Transaction Processing System adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data-data dalam jumlah besar suatu transaksi bisnis. Sistem informasi ini juga berfungsi untuk menghimpun, menyimpan, dan memproses data transaksi serta kadangkala mengendalikan keputusan yang merupakan bagian dari transaksi.

Pada dunia usaha proses-proses yang mengacu pada transaksi pertukaran barang atau uang atau jasa disebut dengan Transaction Processing System (TPS). Contoh dari TPS yaitu : POS terminal untuk penjualan, pengecekan gaji karyawan, kuitansi penjualan, order pembelian, formulir pajak, dan rekening keuangan. TPS juga memperbaharui database yang digunakan perusahaan untuk diproses lebih lanjut oleh SIM. Adapun beberapa jenis subsistem yang ada pada TPS ialah :

Payroll : pembayaran upah / gaji karyawan.
Order Entry / order processing : mencatat pembelian untuk konsumen.
Invoicing : menghasilkan faktur.
Inventory : mengelola barang supaya selalu tersedia.
Shipping : menyerahkan barang dari perusahaan sampai diterima oleh konsumen.
Accounts receivable : mengelola file konsumen & menyerahkan tagihan ke konsumen.
Purchasing : mengkoordinasi pembelian barang kepada konsumen.
Receiving : menerima barang dari pemasok/supplier pengembalian barang (retur) dari konsumen.
Account Payable : mengelola pembayaran tagihan kepada pemasok / supplier.ar
General Ledger : mengikat subsistem diatas menjadi satu & menghasilkan satu laporan.


Office Automation System (OAS)

Office Automation System (OAS) atau  Virtual Office (VO) adalah pendukung pekerjaan pada suatu perusahaan secara luas. Biasanya digunakan untuk meningkatkan aliran pekerjaan dan komunikasi antar sesama pekerja, tidak peduli apakah pekerja tadi berada di satu lokasi yang sama ataupun tidak.

Office automation system digunakan untuk mendapatkan semua informasi bagi yang membutuhkannya. Office automation berfungsi dalam word processing, elctronic message, work group computing, work group scheduling, facsimile processing, imaging and electronic documents, and work flow management. Office automation system dirancang baik untuk individu maupun kelompok.

Personal information system dirancang untuk memenuhi kebutuhan dari single user. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas individu. Contoh dari personal information system adalah Microsoft’s Office Professional, IBM’s Lotus SmartSuite, Corel’s Perfect Office, dll.


Knowledge Work System (KWS)

Knowledge Work System adalah aplikasi komputer yang dirancang untuk membantu “pekerja pengetahuan” (profesional yang menggunakan informasi sebagai input utama mereka dan yang utama produk informasi yang distilasi) untuk menangkap dan mengatur informasi pekerjaan aktivitas, dan untuk belajar, memprioritaskan , dan melaksanakan tugas-tugas mereka lebih efisien dan efektif. KWS mengintegrasikan metode dan teknologi dari disiplin ilmu manajemen informasi, alur kerja, penjadwalan kerja, agen perangkat lunak, dan pengukuran kerja menjadi “Dukungan Kinerja Lingkungan.” KWS meningkatkan produktivitas dengan memberikan informasi tugas spesifik yang diperlukan, dan dengan berasosiasi semua alat otomatis, agen perangkat lunak, dan referensi dokumen multimedia yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas tertentu.

KWS adalah “groupware” dirancang untuk digunakan oleh kelompok kerja kolaboratif. Proses dapat ditugaskan di seluruh organisasi untuk mendukung manajemen matrixed. Pekerja pengetahuan dapat menetapkan tugas-tugas untuk diri mereka sendiri, untuk pekerja pengetahuan lain, atau sekelompok pekerja pengetahuan. KWS meningkatkan koordinasi workgroup dengan memungkinkan pekerja pengetahuan untuk mengambil dan memperbarui tonggak, penyelesaian tugas, dan informasi prioritas status.



Management Information System (MIS)

Management Information System adalah bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis. Management Information System dibedakan dengan sistem informasi biasa, karena MIS digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode manajemen informasi yang bertalian dengan otomasi atau dukungan terhadap pengambilan keputusan manusia, misalnya sistem pendukung keputusan, sistem pakar, dan sistem informasi eksekutif.



Decision Support System (DSS)

Menurut Mann dan Watson, Sistem Penunjang Keputusan adalah Sistem yang interaktif, membantu pengambilan keputusan melalui penggunaan data dan model-model keputusan untuk memecahkan masalah-masalah yang sifatnya semi terstruktur dan tidak terstruktur.
Secara Umum, DSS adalah Sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan baik kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah semi terstruktur.
Secara Khusus, DSS adalah Sebuah sistem yang mendukung kerja seorang manajer maupun sekelompok manajer dalam memecahkan masalah semi-terstruktur dengan cara memberikan informasi ataupun usulan menuju pada keputusan tertentu.



Expert System (ES)

Istilah expert system berasal dari knowledge-based expert system (sistem cerdas berbasis pengetahuan), dimana suatu sistem yang menggunakan pengetahuan manusia (human knowledge) yang dimasukkan ke dalam komputer untuk memecahkan masalah yang umumnya memerlukan keahlian seorang pakar/expert. Atau dapat juga dikatakan, sebuah program komputer yang menggunakan pengetahuan dan teknik inferensi (pengambilan kesimpulan) untuk memecahkan persoalan seperti yang dilakukan oleh seorang pakar.
Berbeda dengan program komputer biasa, sistem cerdas dapat digunaan untuk memecahkan masalah yang tidak terstruktur dan dimana tidak ada suatu prosedur tertentu untuk memecahkan masalah tersebut.



Groub Decision Support System (GDSS)

Groub Decision Support System adalah Group DSS. Disini pengguna DSS adalah satu Grup yang terdiri dari beberapa orang yang terkait. Jadi, pengambil keputusannya bukan hanya satu orang pengguna, namun satu tim/kelompok. Yang membedakan GDSS dengan DSS adalah adanya tempat komunikasi bersama, dimana arah keputusan masing-masing individu dapat kompak untuk mendukung keputusan yang lebih besar.

Pengembangan aplikasi GSDD mulai diperkenalkan di dunia agroindustri untuk membantu negara-negara berkembang memprediksi dampak perubahan teknologi atau kebijakan pertanian dan pemanfaatan sumberdaya alam. Model aplikasi ini akan memungkinkan manajer, pembuat kebijakan atau pemimpin pemerintah untuk mengembangkan skenario dan menguji berbagai pilihan sebelum menerapkan prakteknya dilapangan.

SANREM atau Sustainable Agriculture and Natural Resource Management yang dikembangkan oleh USAID (U.S. Agency for International Development) adalah program yang dibuat untuk pengembangan teknologi dan penegelolaan sumber daya alam dalam dunia agroindustri di dunia. Pada tahun 1999 lembaga yang didirikan di Amerika ini mulai berfokus mengembangkan program SANREM di Afrika.
  


Executive Support System (ESS)


Executive Support System (ESS) sama dengan Executive Information System (EIS), yaitu merupakan sistem informasi yang berbasis komputer dengan para eksekutif ataupun manager sebagai end-user penggunanya . EIS terintegrasi dengan data dari external ataupun data internal yang dibutuhkan oleh manajemen . EIS difokuskan untuk membantu para eksekutif untuk memilih informasi secara cepat untuk mengidentifikasikan masalah dan mengambil kesempatan berdasarkan informasi yang telah dihasilkan . EIS memiliki keunikan dalam pengembangannya , dikarenakan EIS berdiri dari begitu banyak data sumber maupun berdiri dari beberapa Sistem Informasi yang sudah ada dan berjalan di dalam organisasi .